“Soo Yoo ah~, kecilkan suara musikmu! Ini sudah malam!” Suara itu
menggema dalam rumah megah yang terlihat remang – remang. Dari luar, terlihat
satu bagian dari rumah tersebut yang masih terlihat terang karena lampu yang
masih menyala, jendela kamar tersebut terbuka lebar meski udara terbilang
dingin. Kamar itu luas, buku – buku tebal tergeletak seadanya di lantai.
Bungkus snack dan kaleng cola yang sudah kosongpun ikut berbagi tempat dilantai
yang dingin. Disana, didepan laptopnya yang sedari tadi hanya terlihat paper
work yang masing kosong dengan pointer hilang timbul karena lama tak tersentuh.
Gadis itu hanya diam dengan kening berkerut, tangannya mengetuk meja seirama
dengan alunan musik yang sedang diputar. Sesekali ia mendesah, kemudian kembali
mengamati laptopnya dengan kesal.
“Eotthohke.. Aku bahkan tidak menemukan judul yang tepat!” Erangnya
seraya menarik rambutnya yang memang sudah berantakan. Kemudian dia bangkit,
mendorong kursinya kebelakang dengan cepat. Dia berjalan menghampiri koleksi
vcd musik dalam raknya di ujung kamar sebelah kiri dekat lemari buku, memilah
milah dengan kasar untuk menemukan vcd yang ia cari. Saat menemukan apa yang ia
butuhkan, lagu Pop-dance yang tadi memenuhi ruangan berganti dengan musik
bergenre R&B. Sejenak ia diam, memiringkan kepala untuk lebih menghayati
lagu yang sedang beralun, kemudian menunduk, kembali mengangkat kepalanya setelah
beberapa saat dan mengulang aktifitas yang sama sampai lagu pertama habis.
Wajahnya semakin buruk, memberikan pandangan ingin membunuh pada musik
playernya.
“Astaga, ini menyebalkan!” Teriaknya pada lagu yang sekarang masih
memenuhi ruangan, dari bawah terdengar kembali teriakan wanita yang memintanya
mematikan musik yang sedang ia dengarkan dengan kesal.
“Eomma, aku tidak bisa melakukannya, ini menyangkut hidup dan
matiku!”
Dia, Yoon Soo Yoo. Gadis berumur 19 tahun dengan rambut hitam
sebahu. Rambutnya tergerai tak teratur menutup wajahnya yang kecil. Postur
tubuh yang biasa – biasa saja, dengan blouse yang membuat badannya hampir
tenggelam. Mata hitam lebar dengan kantung mata seperti anak yang kurang tidur.
Spotlight terus mengikutinya di atas
panggung yang luar biasa itu, seakan takut kehilangan sosoknya yang tengah
berlari dari satu ujung panggung ke ujung yang lain. Langkahnya gesit dan tubuhnya bergerak indah,
menari dan menyanyikan lagu yang semakin membuat histeris lautan penonton
didepannya. Namanya bergema dalam ruangan yang telah terisi 15.000 jiwa untuk
melihatnya, gambar dan tulisan berisi namanyapun dapat terlihat disetiap sudut
ruangan. Penonton bernyanyi mengikuti lirik lagu terakhir untuk menutup show
malam itu. Lightstick berbentuk mawar terlihat seperti pantulan cahaya dalam
air, dia yang melihatnya semakin mengembangkan senyum khasnya, melambaikan
tangan dengan semangat untuk menyampaikan rasa terima kasih. Sesekali dia
memotret dirinya sendiri, memberikan selca tersebut dari banyak kamera yang
disodorkan oleh penonton. Disanalah tempatnya, tempat paling terang bersama
kelima temannya yang lain.
BEAST. Sekali lagi telah
menyelesaikan satu show terakhir dari semua rangkaian show dalam world tour
mereka tahun 2012 yang bertajuk “Beautiful Show”. Satu dari member mereka
sedang duduk di sofa, menghabiskan air dalam satu botol penuh sekali tenggak.
Wajahnya terlihat capek, nafasnya juga terengah – engah. Rambutnya hitam
kebiruan dengan model bizarre yang kini sudah ambruk karena basah oleh
keringat. Wajahnya tirus dengan mata kecoklatan.
“Gi Kwang Shi, sudah waktunya”
Seorang kru mengingatkan laki – laki itu.
“Ah, Ne.. Allgeseumnida..” Jawabnya
seraya bangkit berdiri, meletakkan botol air yang kini sudah kosong di atas
meja.
Aigoo ya~ Finally, I’ve finished this chappy. Jeongmal, I really
work hard to prepare all of this. I understand, my story was far from your
desire, but I hope you enjoying read this fanfic. I can’t describe the
situation very well, I have so many picture in my mind, but I can’t transform
that to some beautiful words, I’m sorry everyone.. I’ll do my best, so you can
feel what I felt, you can hear what I’ve been heard, and you can see what I
saw. I promise.
Omo, I was trying to avoid writer
blocked trap me. Bagaimana tidak, ini baru awal.. akan sangat memalukan kalau
saya sudah terkena sindrom tersebut!! So, Thanks for you, who always decide to
waste your precious time to read this story, I would make you feel satisfied.
Gomawo,
I’ll
update next chapter one weeks again, hope you wait to read it, if you do that..
I love you, love you, love you as always.. ^^

0 komentar:
Posting Komentar