Rabu, 24 Oktober 2012

This is (chapter 1)

00.59



“Soo Yoo ah~, kecilkan suara musikmu! Ini sudah malam!” Suara itu menggema dalam rumah megah yang terlihat remang – remang. Dari luar, terlihat satu bagian dari rumah tersebut yang masih terlihat terang karena lampu yang masih menyala, jendela kamar tersebut terbuka lebar meski udara terbilang dingin. Kamar itu luas, buku – buku tebal tergeletak seadanya di lantai. Bungkus snack dan kaleng cola yang sudah kosongpun ikut berbagi tempat dilantai yang dingin. Disana, didepan laptopnya yang sedari tadi hanya terlihat paper work yang masing kosong dengan pointer hilang timbul karena lama tak tersentuh. Gadis itu hanya diam dengan kening berkerut, tangannya mengetuk meja seirama dengan alunan musik yang sedang diputar. Sesekali ia mendesah, kemudian kembali mengamati laptopnya dengan kesal.
“Eotthohke.. Aku bahkan tidak menemukan judul yang tepat!” Erangnya seraya menarik rambutnya yang memang sudah berantakan. Kemudian dia bangkit, mendorong kursinya kebelakang dengan cepat. Dia berjalan menghampiri koleksi vcd musik dalam raknya di ujung kamar sebelah kiri dekat lemari buku, memilah milah dengan kasar untuk menemukan vcd yang ia cari. Saat menemukan apa yang ia butuhkan, lagu Pop-dance yang tadi memenuhi ruangan berganti dengan musik bergenre R&B. Sejenak ia diam, memiringkan kepala untuk lebih menghayati lagu yang sedang beralun, kemudian menunduk, kembali mengangkat kepalanya setelah beberapa saat dan mengulang aktifitas yang sama sampai lagu pertama habis. Wajahnya semakin buruk, memberikan pandangan ingin membunuh pada musik playernya.
“Astaga, ini menyebalkan!” Teriaknya pada lagu yang sekarang masih memenuhi ruangan, dari bawah terdengar kembali teriakan wanita yang memintanya mematikan musik yang sedang ia dengarkan dengan kesal.
“Eomma, aku tidak bisa melakukannya, ini menyangkut hidup dan matiku!”
Dia, Yoon Soo Yoo. Gadis berumur 19 tahun dengan rambut hitam sebahu. Rambutnya tergerai tak teratur menutup wajahnya yang kecil. Postur tubuh yang biasa – biasa saja, dengan blouse yang membuat badannya hampir tenggelam. Mata hitam lebar dengan kantung mata seperti anak yang kurang tidur.

----------------

            Spotlight terus mengikutinya di atas panggung yang luar biasa itu, seakan takut kehilangan sosoknya yang tengah berlari dari satu ujung panggung ke ujung yang lain.  Langkahnya gesit dan tubuhnya bergerak indah, menari dan menyanyikan lagu yang semakin membuat histeris lautan penonton didepannya. Namanya bergema dalam ruangan yang telah terisi 15.000 jiwa untuk melihatnya, gambar dan tulisan berisi namanyapun dapat terlihat disetiap sudut ruangan. Penonton bernyanyi mengikuti lirik lagu terakhir untuk menutup show malam itu. Lightstick berbentuk mawar terlihat seperti pantulan cahaya dalam air, dia yang melihatnya semakin mengembangkan senyum khasnya, melambaikan tangan dengan semangat untuk menyampaikan rasa terima kasih. Sesekali dia memotret dirinya sendiri, memberikan selca tersebut dari banyak kamera yang disodorkan oleh penonton. Disanalah tempatnya, tempat paling terang bersama kelima temannya yang lain.
            BEAST. Sekali lagi telah menyelesaikan satu show terakhir dari semua rangkaian show dalam world tour mereka tahun 2012 yang bertajuk “Beautiful Show”. Satu dari member mereka sedang duduk di sofa, menghabiskan air dalam satu botol penuh sekali tenggak. Wajahnya terlihat capek, nafasnya juga terengah – engah. Rambutnya hitam kebiruan dengan model bizarre yang kini sudah ambruk karena basah oleh keringat. Wajahnya tirus dengan mata kecoklatan.
            “Gi Kwang Shi, sudah waktunya” Seorang kru mengingatkan laki – laki itu.
            “Ah, Ne.. Allgeseumnida..” Jawabnya seraya bangkit berdiri, meletakkan botol air yang kini sudah kosong di atas meja.

Aigoo ya~ Finally, I’ve finished this chappy. Jeongmal, I really work hard to prepare all of this. I understand, my story was far from your desire, but I hope you enjoying read this fanfic. I can’t describe the situation very well, I have so many picture in my mind, but I can’t transform that to some beautiful words, I’m sorry everyone.. I’ll do my best, so you can feel what I felt, you can hear what I’ve been heard, and you can see what I saw. I promise.
            Omo, I was trying to avoid writer blocked trap me. Bagaimana tidak, ini baru awal.. akan sangat memalukan kalau saya sudah terkena sindrom tersebut!! So, Thanks for you, who always decide to waste your precious time to read this story, I would make you feel satisfied. Gomawo,
I’ll update next chapter one weeks again, hope you wait to read it, if you do that.. I love you, love you, love you as always.. ^^
Jaa~ Arthemis Chan have to go now! Bye Yeom yorobun.. 

Chapter 2 

Written by

We are Creative Blogger Theme Wavers which provides user friendly, effective and easy to use themes. Each support has free and providing HD support screen casting.

0 komentar:

Posting Komentar

 

© 2013 GREEN NEWS 99. All rights resevered. Designed by Templateism

Back To Top