Rabu, 24 Oktober 2012

GORONG-GORONG MASA DEPAN

01.09



“Orang mereka tidak konfirmasi ke kami, ya sudah kami biarkan saja,” kata  Ibu Lela (35) salah satu karyawan kedai foto. “Mereka seenaknya saja membangun gorong-gorong tanpa pemberitahuan dan tanpa pikir akibatnya”, lanjutnya.
Sejak tanggal 12 September lalu kira-kira proyek gorong-gorong ini mulai dibuat, di jalan jendral Sudirman, Salatiga. Mereka mengeluhkan banyak sekali dampaknya. Diantaranya debu yang ditimbulkan membuat mata pedih, sehingga mengganggu pernafasan, belum debu yang banyak menempel di bingkai-bingkai foto, yang lebih mendasar lagi, adalah omsetnya. Omsetnya menurun sekitar 70 %, karena pelanggannya yang mengeluhkan kesulitan dalam parkir. Apalagi kalau memakai kendara mobil. “Seharusnya, ada pemberitahuan,” tandasnya tajam.
Tetapi beda dengan Pak Agus (31), tukang parkir di depan pasar raya. “Sebenarnya sudah ada pemberitahuan dari dishub, ya sudah lumayan lama,” tuturnya. Tapi memang berdampak pada penghasilan sehari-hari, hanya saja biasanya uang setor itu diminta di tempat langsung. Tetapi sekarang langsung dibawa ke dishub.
“Dua puluh ribu mungkin nilai yang tidak seberapa dari sebagian orang, tetapi bagaimana jika untuk para tukang parkir seperti kami, apalagi ada proyek seperti ini,”kata pak Agus.
“Kami sebenarnya sudah diberitahu tentang hal ini, tetapi jangan salahkan kami jika nanti terkadang uang setor kami kurang bahkan saya kemarin tidak menyetor karena uang yang seharusnya disetorkan itu jumlahnya kurang. Belum lagi hasilnya dibagi-bagi. Seharusnya mereka memahaminya (pihak dishub), mobil yang biasanya parkir di depan sini, jadi tidak bisa. Bahkan tak jarang, ada yang mengurungkan minatnya untuk ke sini karena area parkirnya yang tidak ada,” kata Ismanto (36) tukang parkir lain.
Sesungguhnya pengguna jalanpun tahu fungsi gorong-gorong itu, untuk mencegah adanya genangan air di musim hujan, bahkan hampir masuk pertokoan di depan jalan jendral Sudirman.
Pak Margiono (40) pegawai bank Niaga menuturkan, “mereka jalan sendiri, tanpa ada pemberitahuan sebelumnya, jadi tiba-tiba ada pihak yang mengukur bahu jalan seperti itu, walaupun jaraknya kurang lebih 3 meter dari bank ke gorong-gorong.” Walaupun memang tidak berpengaruh ecara finansial, karena semua kepentinga tergantung nasabahnya, kalau memang para nasabah butuh untuk mendepositkan, ya tergantung mereka lah.
Ketua Pelaksana pembangunan, Budi (32) berkata, “Kami sudah memberitahukan ke pihak yang berkaitan, misalnya, ke tukang parkir, ataupun para pertokoan, pembuatannya ya diukur dahulu kedalamannya, paling tidak 1,6 meter, kemudian di rapikan dahulu bawahnya.”
Para pengguna jalan mengeluhkan debu yang ditimbulkan sangat mengganggu, tidak ada proyek ini saja sudah sangat mengganggu. Belum lagi parkir yang semrawut, membuat para pembeli di pasar raya pun agak berkurang minatnya.
Pak Benni, kepala Dinas Cipta Karya dan Tata ruang, dengan lantang menjawab, “salah mereka yang mengatakan kalau tidak ada pemberitahuan dari kami, karena kami sudah berusaha mengumpulkan meraka untuk diberi sosialisasi tentang hal ini.”
Hal ini untuk kepentingan masa depan, jangan dipikir akibatnya sementara ini, karena ini adalah rencana jangka panjang untuk keadaan jalan di salatiga. Karena sarana prasarana jika menunjang, maka masyarakat juga akan nyaman nantinya.
“Rencana pembangunan sarana-prasarana, direncanakan selesai pada rahun 2014 ke depan. Saluran drainase air, di tambah agar muat untuk aliran air dari atas jika pada musim hujan. Pada ruas jalan seberang juga akan ditambah gorong-gorong lagi, hanya saja ii dilakukan pada depan pasar raya dahulu. Proyek pembangunan gorong-gorong di sepanjang jalan jendral Sudirman, diperkirakan akan rampung pada tanggal 26 Desember 2002. Proyek jalan ini di serahkan pada KSO. PT Mekar Kukuh Abadi dan PT Nata Karya. Nantinya akan ada 2 jalur, yakni jalur lambat dan jalur cepat, selain penambahan gorong-gorong untuk menagmpung debit air yang meningkat pada musim hujan, juga terdapat penghijauan di sepanjang jalan di depan tempat parkir pasar raya,” tandas pak Beni.
Akibat dari pembuatan gorong-gorong ini hanya sekejap, dibanding nanti hasil pembangunannya yang maksimal dan memuaskan.



Written by

We are Creative Blogger Theme Wavers which provides user friendly, effective and easy to use themes. Each support has free and providing HD support screen casting.

0 komentar:

Posting Komentar

 

© 2013 GREEN NEWS 99. All rights resevered. Designed by Templateism

Back To Top