![]() |
Definisi
Kekerasan dalam pacaran adalah kekerasan atau ancaman kekerasan
dari satu pasangan yang belum menikah terhadap pasangannya yang lain dalam
konteks berpacaran atau tunangan. Kekerasan ini termasuk di dalamnya, kekerasan seksual (dimaknai sebagai
menyentuh bagian intim yang tidak dikehendaki, memaksa dengan kekerasan untuk
melakukan hubungan seksual, perkosaan dan percobaan perkosaan), kekerasan fisik (di antaranya perlakuan
menampar, mencekik, menghantam, menendang, dan membatasi seseorang) dan emosional (termasuk di dalamnya
menghina, mengutuk, meremehkan, mengancam, termasuk pula perilaku possessiveness
seperti cemburu yang berlebihan.)
Pacaran
dan Kekerasan Seksual
Gejala perilaku pacaran sudah sangat umum di kalangan masyarakat
Indonesia. Bahkan perilaku ini juga dilakukan oleh anak-anak yang masih duduk
di bangku sekolah menengah. Sebagian orang justru menjadi merasa malu ketika
tidak punya pacar atau dikatakan “jomblo”. Sering terdengar pernyataan bahwa
cemburu adalah bagian dari cinta, padahal sering kejadian kekerasan dimulai
dari alasan ini. Pasangan menjadikan perasaan cemburu untuk untuk melakukan
hal-hal yang possessive dan tindakan mengontrol dan membatasi.
a.
Kenyataan menjadi “jomblo”
yang tidak disukai oleh para remaja menyebabkan mereka memilih untuk tetap
berpacaran meskipun dengan pasangan yang jahat.
b.
Laki-laki atau pun
perempuan juga harus tegas terhadap batasan yang harus ditetapkan.
Beberapa jenis kekerasan yang bisa dialami oleh laki-laki maupun
perempuan dari pasangannya:
A.
Kekerasan Fisik
Memukul, menendang,
menjambak rambut, mendorong sekuat tenaga, menampar, menonjok, mencekik,
membakar bagian tubuh/menyundut dengan rokok, pemaksaan berhubungan seksual,
menggunakan alat, atau dengan sengaja mengajak seseorang ke tempat yang
membahayakan keselamatan.
B.
Kekerasan seksual
Berupa pemaksaan
hubungan seksual, pelecehan seksual (rabaan, ciuman, sentuhan) tanpa
persetujuan. Perbuatan tanpa persetujuan atau pemaksaan itu biasanya disertai ancaman
akan ditinggalkan, akan menyengsarakan atau ancaman kekerasan fisik.
C.
Kekerasan emosional
Bentuk kekerasan
ini biasanya jarang disadari, karena memang wujudnya tidak kelihatan. Namun
sebenarnya, kekerasan ini justru akan menimbulkan perasaan tertekan, tidak
bebas dan tidak nyaman. Bentuk kekerasan non fisik ini berupa pemberian julukan
yang mengandung olok-olok, membuat seseorang jadi bahan tertawaan; mengancam,
cemburu yang berlebihan, membatasi pasangannya untuk melakukan kegiatan yang
disukai, pemerasan, mengisolasi, larangan berteman, caci maki, larangan
bersolek, larangan bersikap ramah pada orang lain dan sebagainya.
Tindakan pncegahan
1.
Kembangkan pemahaman bahwa
kekerasan bukanlah bagian dari sebuah hubungan antar manusia. Bahkan kekerasan
tidak boleh terjadi pada siapa pun, kapan pun, dan demi apa pun.
2.
Lakukan komunikasi dengan
pasangan tentang hal-hal yang bisa diterima dan tidak, serta pastikan bahwa
kekerasan akan mengakhiri hubungan.
3.
Jangan berangan-angan
cinta akan mengatasi segalanya, percayalah bahwa hal itu tidak akan pernah
terjadi.
4.
Cobalah untuk berkompromi
dan mencari solusi ketika terjadi konflik.
5.
Jika merasa tidak kuat
untuk mengontrol emosi, mintalah waktu untuk berpisah sementara waktu. Setelah
merasa “enak” kembalilah dan lakukan komunikasi untuk mencari solusi.
6.
Tumbuhkan kesadaran di
sekitar kita tentang kekerasan dalam pacaran, dan tindakan-tindakan yang
mengarah kepada kekerasan tersebut.
Menghindari kekerasan dalam berpacaran:
a. Mulai dengan keyakinan bahwa tubuh
kita berharga.
b. Berani berkata ”tidak!”
c. Belajar menjadi diri sendiri
d. Mencari dukungan, membuat komunitas
anti kekerasan.
Kampanyekan keinginan kita
untuk menolak kekerasan dalam berpacaran.


0 komentar:
Posting Komentar