Rabu, 24 Oktober 2012

Usia Bukan Hambatan Mencari Rejeki

00.51



Terik matahari yang begitu menyengat bila menyentuh kulit tak membuat patah  semangat seorang kakek khaeroni untuk berdagang mainan disebuah sekolah yang letaknya jauh dari tempat diamana ia berteduh, namun tetap saja ia tak pernah berhenti untuk terus mendorong grobak mainannya demi mendapatkan sesuap nasi untuk menghidupi keluarganya, disebuah SD Kristen 04 Eben Haezen Bengkok biasa mbah khaeroni memarkir gerobak mainannya disekolah ini. Berangkat mulai dari jam 06 pagi dan pulang yang menentu. Penghasilan yang tidak menentu sangat menentukan untuk mendapatkan sesuap nasi untuk keluarganya dan mbh khaeroni mempunyai tiga anak satu laki2 dan tiga perempuan. Istri yang sudah tidak bekerja sejak setahun yang lalu dan sekarang tugasnya hanya menjadi seorang ibu rumah tangga.
Gerobak mainan yang jadi penompang hidup yang sudah lama ia tekuni sebagai mata pencaharian juga menjadi salah satu harapan keluarga, namun demikian khaeroni adalah seorang kakek yang selalu berprinsip dan tidak ingin mengharap perhatian dari orang lain, dan selama ia masih diberi umur panjang maka selama itupula ia akan terus mendorong gerobak mainannya karna itu adalah pekerjaan halal. Khaeroni yang hari-harinya hanya mendorong gerobak mainannya sampai sekarang tetap berkomitmen tetap sebagai padagang mainan yang modal usahanya ia peroleh dari penjualan mainan tersebut.
Memang tak mudah ketika menjalani hidup dibawah garis kurang mampu dan salah satu contoh yang biasa ditauladani adalah mbah khaeroni yang seorang yang tak pernah mengenal lelah untuk menhadapi perkembangan jaman yang semakin modern dan kondisinya yang tak kunjung mengalami perubahan, walaupunya umurnya telah 20 tahun mbah khaeroni mendorong gerobaknya ia tak pernah mengeluh dan tak pernah lelah.
Hidup disebuah kota yang padat penduduk memang sangat sulit dalam mencari lapangan kerja terutama bagi mereka yang tidak mengenyam dunia pendidikan dan dijaman dahulu pendidikan terkendala dipembiayaan  sehingga orang tua pada saat itu lebih mengutamakan bertahan hidup dan berharap pada generasi penerusnya yaitu anaknya tidak mengalami hal yang sama bahkan orang tua berharap kepada anaknya untuk menjadi lebih baik lagi, jika seorang anak mengalami hal sama dengan apa yang dialami orang tuanya maka itu sama saja tidak pergerakan dan perubahan selama hidupnya.
 Begitulah realita kehidupan yang membuat mbah khaeroni harus tetap bertahan hidup dengan mendorong gerobak mainan hingga waktu telah menentukan, begitu tuturnya.
 

Written by

We are Creative Blogger Theme Wavers which provides user friendly, effective and easy to use themes. Each support has free and providing HD support screen casting.

0 komentar:

Posting Komentar

 

© 2013 GREEN NEWS 99. All rights resevered. Designed by Templateism

Back To Top