Terik matahari yang begitu
menyengat bila menyentuh kulit tak membuat patah semangat seorang kakek khaeroni untuk
berdagang mainan disebuah sekolah yang letaknya jauh dari tempat diamana ia
berteduh, namun tetap saja ia tak pernah berhenti untuk terus mendorong grobak
mainannya demi mendapatkan sesuap nasi untuk menghidupi keluarganya, disebuah
SD Kristen 04 Eben Haezen Bengkok biasa mbah khaeroni memarkir gerobak
mainannya disekolah ini. Berangkat mulai dari jam 06 pagi dan pulang yang
menentu. Penghasilan yang tidak menentu sangat menentukan untuk mendapatkan
sesuap nasi untuk keluarganya dan mbh khaeroni mempunyai tiga anak satu laki2
dan tiga perempuan. Istri yang sudah tidak bekerja sejak setahun yang lalu dan
sekarang tugasnya hanya menjadi seorang ibu rumah tangga.
Gerobak mainan yang jadi
penompang hidup yang sudah lama ia tekuni sebagai mata pencaharian juga menjadi
salah satu harapan keluarga, namun demikian khaeroni adalah seorang kakek yang
selalu berprinsip dan tidak ingin mengharap perhatian dari orang lain, dan
selama ia masih diberi umur panjang maka selama itupula ia akan terus mendorong
gerobak mainannya karna itu adalah pekerjaan halal. Khaeroni yang hari-harinya
hanya mendorong gerobak mainannya sampai sekarang tetap berkomitmen tetap
sebagai padagang mainan yang modal usahanya ia peroleh dari penjualan mainan
tersebut.
Memang tak mudah ketika menjalani
hidup dibawah garis kurang mampu dan salah satu contoh yang biasa ditauladani
adalah mbah khaeroni yang seorang yang tak pernah mengenal lelah untuk
menhadapi perkembangan jaman yang semakin modern dan kondisinya yang tak
kunjung mengalami perubahan, walaupunya umurnya telah 20 tahun mbah khaeroni
mendorong gerobaknya ia tak pernah mengeluh dan tak pernah lelah.
Hidup disebuah kota yang padat
penduduk memang sangat sulit dalam mencari lapangan kerja terutama bagi mereka
yang tidak mengenyam dunia pendidikan dan dijaman dahulu pendidikan terkendala
dipembiayaan sehingga orang tua pada
saat itu lebih mengutamakan bertahan hidup dan berharap pada generasi
penerusnya yaitu anaknya tidak mengalami hal yang sama bahkan orang tua
berharap kepada anaknya untuk menjadi lebih baik lagi, jika seorang anak
mengalami hal sama dengan apa yang dialami orang tuanya maka itu sama saja
tidak pergerakan dan perubahan selama hidupnya.
Begitulah realita kehidupan yang membuat mbah
khaeroni harus tetap bertahan hidup dengan mendorong gerobak mainan hingga
waktu telah menentukan, begitu tuturnya.

0 komentar:
Posting Komentar